ada yang pernah denger kriptografi atau steganografi.??
disini gue bakal sedikit ngebahas tentang kriptografi yang di rangkum dari wikipedia
Kriptografi???
Kriptografi
merupakan teknik penyembunyian informasi rahasia, biasanya berupa
teknik matematis, coding, maupun cara lainnya dengan tujuan agar pesan
yang disimpan atau ditransmisikan hanya bisa diketahui oleh pihak yang
berkepentingan saja.
Sebenarnya
kriptografi sudah berkembang sejak 4000 tahun yang lalu, tepatnya di
Mesir yaitu berupa Hieroglyph. Semua yang membahas sejarah kriptografi
ini dapat secara lengkap kita pelajari dalam buku karangan David Kahn
yang berjudul The Codebreakers. Teknik penyembunyian pesan pada zaman
dahulu kebanyakan menggunakan metode enkripsi dengan paper and pencil,
masih disebut kriptografi klasik. Berbeda dengan kriptografi modern yang
sekarang, dimana enkripsi menggunakan sumber daya komputasi yang
semakin berkembang.
Sejarah
kriptografi zaman dulu pun pernah menyebutkan tentang scytale,
merupakan penyandian dengan menggunakan daun papyrus yang dililitkan
pada batang pohon yang mempunyai diameter tertentu. Pesan(plaintext)
ditulis secara horisontal pada daun papyrus, selanjutnya setelah daun
dilepas, maka yang akan terlihat pada daun papyrus yang panjang itu
hanyalah rangkaian huruf yang tak berarti/ tidak membentuk
kata(ciphertext). Scytale ini dulu digunakan oleh tentara Sparta di
Yunani.
Ada
juga Caesar cipher yang digunakan oleh raja Yunani Kuno, Julius Caesar.
Metode enkripsi ini dilakukan dengan menggeserkan suatu karakter.
Misalkan dengan kunci A = C, kita akan menyandikan KRIPTOGRAFI, maka
cipherteksnya NULSWRJUDIL. Caesar cipher ini merupakan metode paling
sederhana dalam enkripsi pesan dengan 26 kemungkinan kunci.
Kemudian
Tatto, yang digunakan oleh Herodotus untuk mengirimkan pesan rahasia.
Yakni dengan membotaki kepala budak/kurirnya, lalu kepala budak tersebut
ditulisi pesan. Rambut budak dibiarkan tumbuh, dan setelah itu budak
tersebut dikirim ke tujuan. Untukmembaca pesan, kepala budak dicukur
kembali. Namun cara seperti itu memakan waktu yang cukup lama dan kurang
efektif.
Di India pun sandi digunakan oleh para pecinta (lover) untuk berkomunikasi rahasia, seperti disebutkan dalam buku Kama Sutra.
Pada
awal perkembangan agama Kristen, pernah dikenal angka 666 yang
menyatakan cara kriptografis untuk menjaga tulisan religi dari gangguan
otoritas politik ataupun budaya. Dalam kitab Perjanian Baru, angka ini
lebih dikenal sebagai Angka si Buruk Rupa (Number of the Beast).
Kemudian
sejarah ke depan, dimana ditemukan mesin-mesin sandi. Ditemukannya
telegram Zimmermann yang membawa Amerika pada Perang Dunia I. Dahulu
pada zaman Perang Dunia II, Jerman dan dan Jepang menggunakan
kriptografi dalam keperluan militernya, yakni Jerman dengan
Enigma-nya dan Jepang dengan Purple. Namun akhirnya, pemecahan
algoritma mesin sandi Jerman, Enigma, akhirnya menyebabkan berakhirnya
Perang Dunia II.
sedangkan
Steganografi adalah seni dan ilmu menulis atau menyembunyikan pesan tersembunyi dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Sebaliknya, kriptografi menyamarkan arti dari suatu pesan, tapi tidak menyembunyikan bahwa ada suatu pesan. Kata steganografi (steganografi) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis”.
Kini, istilah steganografi termasuk penyembunyian data digital dalam file-file komputer. Contohnya, si pengirim mulai dengan file gambar biasa, lalu mengatur warna setiap pixel ke-100 untuk menyesuaikan suatu huruf dalam alphabet (perubahannya begitu halus sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya jika ia tidak benar-benar memperhatikannya).
Pada umumnya, pesan steganografi muncul dengan rupa lain seperti gambar, artikel, daftar belanjaan, atau pesan-pesan lainnya. Pesan yang tertulis ini merupakan tulisan yang menyelubungi atau menutupi. Contohnya, suatu pesan bisa disembunyikan dengan menggunakan tinta yang tidak terlihat diantara garis-garis yang kelihatan.
Teknik steganografi meliputi banyak sekali metode komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia (teks atau gambar) di dalam file-file lain yang mengandung teks, image, bahkan audio tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari file semula. Metode ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar. Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama pada kriptografi) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan.
Pada metode steganografi cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format file digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang biasa digunakan diantaranya:
- · Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
- · Format audio : wav, voc, mp3, dll.
- · Format lain : teks file, html, pdf, dll.
Sebuah pesan steganografi (plaintext), biasanya pertama-tama dienkripsikan dengan beberapa arti tradisional, yang menghasilkan ciphertext. Kemudian, covertext dimodifikasi dalam beberapa cara sehingga berisi ciphertext, yang menghasilkan stegotext. Contohnya, ukuran huruf, ukuran spasi, jenis huruf, atau karakteristik covertext lainnya dapat dimanipulasi untuk membawa pesan tersembunyi; hanya penerima (yang harus mengetahui teknik yang digunakan) dapat membuka pesan dan mendekripsikannya.
Metoda yang digunakan untuk menyembunyikan pesan pada media digital tersebut berbeda-beda. Contohnya pada file image pesan dapat disembunyikan dengan menggunakan cara menyisipkanya pada bit rendah (lsb) pada data pixel yang menyusun file tersebut. Seperti kita ketahui untuk file bitmap 24 bit maka setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh bilangan 8 bit (byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111. Dengan demikian pada setiap pixel file bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan 3 bit data. Contohnya huruf A dapat kita sisipkan dalam 3 pixel, misalnya data raster original adalah sebagai berikut:
(00100111 11101001 11001000)
(00100111 11001000 11101001)
(11001000 00100111 11101001)
Sedangkan representasi biner huruf A adalah 10000011. Dengan menyisipkan-nya pada data pixel diatas maka akan dihasilkan:
(00100111 11101000 11001000)
(00100110 11001000 11101000)
(11001001 00100111 11101001)
Terlihat hanya empat bit rendah yang berubah, untuk mata manusia maka tidak akan tampak perubahannya. Secara rata-rata dengan metoda ini hanya setengah dari data bit rendah yang berubah, sehingga bila dibutuhkan dapat digunakan bit rendah kedua bahkan ketiga.
Untuk jenis media yang lain digunakan metoda yang berbeda-beda pula sesuai dengan format file yang digunakan , untuk mengetahui caranya anda dapat mempelajari pada software di bawah ini karena disertai dengan kode sumbernya:
Teknik steganografi dapat digunakan dalam bidang kedokteran. Misalnya, dalam pemberian resep dokter. Pasien seringkali tidak tahu menahu tentang arti dari resep yang dipegangnya. Awalnya dimaksudkan untuk menjaga perasaan pasien jika mengetahui penyakitnya atau tidak sembarangan mengulang obat. Untuk itu seringkali resep ditulis dengan tulisan yang tidak jelas sehingga kemudian tulisan dokter dikenal sebagai tulisan yang jelek. Selain untuk menyingkat waktu, tulisan serupa itu dimaksudkan menyamarkan pesan dalam resep agar tidak mudah disalahgunakan. Namun cara ini mempunyai kelemahan dan kelebihan. Adanya kelemahan dalam pemberian resep secara manual mendorong dikembangkannya resep digital. Resep digital memanfaatkan teknik steganografi sehingga sifat rahasia resep dapat dipertahankan sekaligus risiko kekeliruan pembacaan dapat ditekan karena tidak lagi berbentuk tulisan yang tidak jelas. Kerahasiaan dan kejelasan dipenuhi dengan baik dengan teknik steganografi. Selain itu, data pasien akan tersimpan lebih lama.
Metode Steganografi
Kebanyakan algoritma steganografi menggunakan sebuah kombinasi dari bidang jenis teknik untuk melakukan sebuah tugas dalam penyelubungan pesan rahasia dalam sebuah selubung file. Sebuah program steganografi dibutuhkan untuk melakukan hal-hal berikut (baik implisit melalui suatu perkiraan maupun eksplisit melalui sebuah perhitungan), menemukan kelebihan bits dalam selubung file yang dapat digunakan untuk menyelubungi pesan rahasia didalamnya, memilih beberapa diantaranya untuk digunakan dalam menyelubungi data dan penyelubungan data dalam bits dipilih sebelumnya. Ada empat jenis metode Steganografi, yaitu :
Least Significant Bit Insertion (LSB)
Metoda yang digunakan untuk menyembunyikan pesan pada media digital tersebut berbeda-beda. Contohnya pada file image pesan dapat disembunyikan dengan menggunakan cara menyisipkannya pada bit rendah atau bit yang paling kanan (LSB) pada data pixel yang menyusun file tersebut. Seperti kita ketahui untuk file bitmap 24 bit maka setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh bilangan 8 bit (byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111. Dengan demikian pada setiap pixel file bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan 3 bit data. Kekurangan dari LSB Invertion : Dapat diambil kesimpulan dari contoh 8 bit pixel, menggunakan LSB Insertion dapat secara drastis merubah unsur pokok warna dari pixel. Ini dapat menunjukkan perbedaan yang nyata dari cover image menjadi stego image, sehingga tanda tersebut menunjukkan keadaan dari steganografi. Variasi warna kurang jelas dengan 24 bit image, bagaimanapun file tersebut sangatlah besar. Antara 8 bit dan 24 bit image mudah diserang dalam pemrosesan image, seperti cropping (kegagalan) dan compression (pemampatan). Keuntungan dari LSB Insertion : Keuntungan yang paling besar dari algoritma LSB ini adalah cepat dan mudah. Dan juga algoritma tersebut memiliki software steganografi yang mendukung dengan bekerja diantara unsur pokok warna LSB melalui manipulasi pallete (lukisan).
Algorithms and Transformation
Algoritma compression adalah metode steganografi dengan menyembunyikan data dalam fungsi matematika. Dua fungsi tersebut adalah Discrete Cosine Transformation (DCT) dan Wavelet Transformation. Fungsi DCT dan Wavelet yaitu mentransformasi data dari satu tempat (domain) ke tempat (domain) yang lain. Fungsi DCT yaitu mentransformasi data dari tempat spatial (spatial domain) ke tempat frekuensi (frequency domain).
Redundant Pattern Encoding
Redundant Pattern Encoding adalah menggambar pesan kecil pada kebanyakan gambar. Keuntungan dari metode ini adalah dapat bertahan dari cropping (kegagalan), kerugiannya yaitu tidak dapat menggambar pesan yang lebih besar.
Spread Spectrum method
Spread Spectrum steganografi terpencar-pencar sebagai pesan yang diacak (encrypt) melalui gambar (tidak seperti dalam LSB). Untuk membaca suatu pesan, penerima memerlukan algoritma yaitu crypto-key dan stego-key. Metode ini juga masih mudah diserang yaitu penghancuran atau pengrusakan dari kompresi dan proses image (gambar).
Steganalisis dan Stegosystem
Seperti Kriptografi dan Kriptanalisis, Steganalisis didefinisikan sebagai suatu seni dan ilmu dalam mendeteksi informasi tersembunyi. Sebagai tujuan dari steganografi adalah untuk merahasiakan keberadaan dari sebuah pesan rahasia, satu keberhasilan penyerangan pada sebuah sistem steganografi terdiri dari pendeteksian bahwa sebuah file yang diyakini berisikan data terselubung. Seperti dalam Kriptanalisis diasumsikan bahwa sistem steganografi telah diketahui oleh si penyerang dan maka dari itu keamanan dari sistem steganografi bergantung hanya pada fakta bahwa kunci rahasia tidak diketahui oleh si penyerang.
Stegosystem disini berisi tentang penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadap suatu sistem steganografi, sebuah perbedaan penting harus dibuat diantara penyerangan-penyerangan pasif dimana penyerang hanya dapat memotong data dan penyerangan-penyerangan aktif dimana penyerang juga dapat memanipulasi data. Pada gambar dibawah ini menunjukkan sebuah diagram untuk menjelaskan sistem stego. Lingkaran-lingkaran menunjukkan tempat-tempat penyerang yang berpotensi memiliki jalan masuk ke satu atau lebih dari tempat-tempat tersebut akibat penyerangan-penyerangan yang berbeda jenis, dan juga berfungsi untuk melakukan sebuah penyerangan aktif. Jika lingkaran tidak terisi, penyerang hanya dapat melakukan penyerangan pasif yaitu menghalangi memotong data.
Penyerangan-penyerangan berikut memungkinkan dalam model dari stegosistem ini :
- · Stego-Only-Attack (Penyerangan hanya Stego).Penyerang telah menghalangi stego data dan dapat menganalisisnya.
- · Stego-Attack (Penyerangan Stego). Pengirim telah menggunakan cover yang sama berulangkali untuk data terselubung. Penyerang memiliki file stego yang berasal dari cover file yang sama. Dalam setiap file-file stego tersebut, sebuah pesan berbeda disembunyikan.
- · Cover-Stego-Attack (Penyerangan selubung Stego). Penyerang telah menghalangi file stego dan mengetahui cover file mana yang digunakan untuk menghasilkan file stego ini. Ini menyediakan sebuah keuntungan melalui penyerangan stego-only untuk si penyerang.
- · Manipulating the stego data (Memanipulasi data stego).Penyerang memiliki kemampuan untuk memanipulasi data stego. Jika penyerang hanya ingin menentukan sebuah pesan disembunyikan dalam file-stego ini, biasanya ini tidak memberikan sebuah keuntungan tapi memiliki kemampuan dalam memanipulasi data stego yang berarti bahwa si penyerang mampu memindahkan pesan rahasia dalam data stego (jika ada).
contoh kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar